13 Agustus 2013

Jhonni Purba Dilantik Sebagai Kepala Desa Togur Untuk Periode Kedua


Di hari Rabu tanggal 1 Agustus 2013 yang lalu, salah satu anggota keluarga Purba Sigumonrong, Jhonni Purba, telah dilantik sebagai Kepala Desa Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk periode kedua. Periode pertama telah dijalaninya untuk masa tahun 2006-2007. Pelantikan dilakukan di ibukota Kabupaten Simalungun, Pematang Raya.

Jabatan resminya bernama Pangulu Nagori Togur. Pangulu dalam hal ini sama dengan kepala desa atau lurah di kota. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menggunakan nama-nama dan jabatan lokal untuk pemerintahan tingkat desa. Jadi istilah nagori di sini berarti desa, dan pangulu berarti kepala desa. Daerah-daerah lain juga memiliki istilah sendiri, seperti negri dan raja di Maluku. Jabatan kepala desa ini diperoleh melalui pilkades, bukan melalui penunjukan atau lelang jabatan ala Jokowi-Ahok di DKI Jakarta. Kepala Desa juga bukan PNS, tetapi lebih mirip jabatan politik seperti Bupati dan Gubernur. Atasan langsung kepala desa adalah camat yang merupakan jabatan karir PNS. Sementara bawahannya adalah para kepala dusun atau kepala lorong, setara dengan RW atau RT di kota.

Desa Togur merupakan hasil pemekaran desa induk tahun 2002 lalu, Marubun Lokkung. Desa ini mempunyai dua dusun, Dusun Togur dan Dusun Batu Holing. Lokasinya terletak di jalan raya propinsi Lubuk Pakam-Seribu Dolok, sekitar 60 km dari kota Lubuk Pakam melewati Batu Lapan-Tanah Abang-Bangun Purba-Silinda, atau 81 km dari kota Medan. Jarak ke ibu kota kecamatan, Sarang Padang, sekitar 25 km melalui Pintuangin-Marjandi-Gunung Meriah-Gunung Paribuan. Sayang sekali kondisi jalan ke Saran Padang sangat jelek, bahkan susah dilalui sepeda motor. Lokasinya berada di ujung barat laut Kabupaten Simalungun, berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Tak heran, mobilitas penduduk ke Lubuk Pakam (ibukota Kabupaten Deli Serdang) atau Medan lebih tinggi dari pada ke Pematang Raya atau Pematang Siantar.

Kades Jonni Purba sendiri adalah putera asli Togur, dan lulusan Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Ambon. Selamat bertugas dan melayani masyarakat. MP

Bangkit diantara keterpurukan : Naik Pesawat Terbang Songon Naik Angkot Tumang 

Lanjutan serial tulisan penambah semangat pasal prestasi kecil anggota keluargatta.


 Advice Purba, karyawan perusahaan swasta bidang komunikasi satelit, lulusan STT Telkom Bandung.

Bani sadari, baru dape das ia i Jakarta mar-pesawat han Palangkaraya, Kalteng. Hape dua ari nari laho ma ulaki ia hu Makassar, Sulsel. Lang pala saminggu, igeser ma homa ia hu Biak, Papua. Ai ma turi-turian keseharian ni si Advice Purba Sigumonrong.

Oktober 2010 lulus ma ia hun STT Telkom Bandung, anjaha mulai horja Desember 2010. Perusahaan ni sidea ai aima anak perusahaan ni PT. Telkom na mambere jasa komunikasi satelit marhitei manewahon transporder-ni satelit pakon antena pemancar/penerima VSAT (very small apparent terminal). Bergerak ma tong ia melayani customer perusahaan ni sidea songon perusahaan swasta, instansi pemerintah, koperasi, pnl. Hampir ma ijelajahi ni ganup Indonesia on han Aceh das hu Papua. Naik pesawat terbang, songon naik bis kota mando iahaphon ni. Tontu lang sonai tumang ai tercapai, bahat do perjuangan ampa tantangan, itongah-tongah keterbatasan na dong.

Cerita hidup ni imulai sejak kelahiran tahun 1985 i Desa Jaharun A, Galang, Deli Serdang. PNS guru SD do bapa ai orangtuani ijai, tading i perumahan dinas guru na sederhana do sidea. Ibaen bapa ai ma goranni Advice Father, mungkin maksud ni Father's advice do (nasehat ayah). Tapi lang pala mahua ai, halani kamus Bahasa Inggris do hassa modal ni Bapa ai. Ase praktis, idilo ma ia Evvis i huta.

Umur 2 tahun dape ia, hona sakit parah ma, merung salian badan ni. Halani horja do orang tua ai haduasi, ititiphon ma ia tiap ari bani kelurga oppung-oppung halak Jawa i Jaharun ai, idilo Nenek Uno. Marbahasa Jawa do hassa ibotoh nenek on, lang ibotoh mar Bahasa Indonesia, pitah mangantusi do. Umur 3 taun, dong ma inang gian pakon abang ni na tondok i rumah ni marsikolah, ai ma tong na marorotsi. Tapi carani gampang, i-ayunhon tumang, age kossing atap markotor, ipaturut ijai tumang.

Sanggah sikolah ia i SD GKPS Galang pakon SMP Pembangunan Galang, mulai ma ia menunjukkon prestasi. Sadar do ia, kondisi perekonomian keluarga sederhana do pe, ai mase dihut do homa ia mambantu marorot adek-adekni, marsoban, marindahan babi atap marsayur. Ijalo do ia i SMU plus Raya, salah sada sikolah elit i Simalungun. Sanggah i Raya on ma ia fasih marsahap Simalungun, halani i Galang marbahasa Indonesia do sidea sehari-hari, age i rumah pe.

Lulus han SMU, iterima ma ia i jurusan telekomunikasi STT Telkom, Bandung. Imulai ma perjuangan baru. Anggo calon mahasiswa lain hun Sumatera Utara itarohkon orang tuani do, anggo si Advice roh sandiri mar kapal laut, anjaha itaruhkon abang ni par Jakarta hu kampus. Anggo halak na lain kost-kost an ni agak mewah do anjaha bayar tahunan, halani keterbatasan dana, ibuat ma kost-kost an sederhana anjaha ibayar per tiga bulanan. Makan sehari-hari pe sistem terbang na murah meriah ma. Pakaian kuliah, buku-buku pe terbatas do. Anjaha kiriman tiap bulan pe terbatas do tong han huta. Nini si Advice, sipata mangan so mangan ma. Tapi age pe sonai, aktif do homa ia gabe assisten mahasiswa i Lab Kampus, pengajar sikolah minggu ampa kegiatan kepemudaan i GKPS Bandung Timur. Malah untuk menghemat uang kost, isuruh ma sidea piga-piga mahasiswa Simalungun tading i sekretatiat ni gareja ai. Keluarga na dong i Bandung pe bahat do membantu.

Sada cerita na lucu, dong do namin sepeda motor ni Bapa ni i Galang, tapi seng ibotoh ambia on marsepeda motor. Segan do ia manginjam atap marlajar hinan ai. Dob kuliah pe ase ibotohni, senyum ma ganup halak.

Dob hussi 5 tahun perjuangan kuliah, lulus ma ia, anjaha mulai ma horja. Marhitei na idingatni perjuangan ni ai, idukung ni do homa anggi-anggi ni kuliah atap marhorja, sonai ge orang tua na i huta.

Semoga kisah hidup ni si Advice mambere inspirasi hubanta. MP

Asal Muasal Marga Purba


Kalau penulis bertemu dengan orang lain untuk pertama kali dan memberikan kartu nama dengan nama belakang Purba, biasanya orang tersebut akan berkata, "orang Batak ya Pak?". Ya, memang begitu adanya. Salah satu simbol dari suku Batak adalah nama belakang alias marga nya. Memang masih banyak simbol-simbol lain seperti kain ulos, tarian tor-tor, alat musik gondang, makanan saksang, dan profesi terkenal sebagai pengacara dan tukang tambal ban.

Marga bagi orang Batak bukan sekedar nama belakang (last name), nama keluarga (family name/sure name), tapi juga menunjukkan asal muasal keturunan (clan). Jadi seseorang yang mempunyai marga tertentu, dia akan tau sejarah nenek moyangnya beberapa generasi. Marga itu diturunkan dari generasi ke generasi secara patrilineal. Beberapa suku atau bangsa lain juga dikenal mempunyai ciri seperti ini, seperti orang Scotlandia dan orang Italia. Jadi Mr. Fergusson dan Mr. Mancini pasti belajar tentang latar belakang keluarganya.

Secara prinsip, sesama marga kalau bertemu adalah saudara laki-laki (appara, dongan tubu) atau saudara perempuan (iboto), walaupun baru saling mengenal.  Latar belakang pertama yang harus diketahui adalah kampung asal, karena sesama marga mungkin sudah merantau ke kampung-kampung yang berbeda, tapi asalnya tetap sama. Berikutnya adalah nama kakek (Ompu), dimulai dari kakek kandung, terus ke atas, sampai ke kakek yang pertama yang memakai marga itu. Khusus di Toba, setiap generasi dari keturunan marga tersebut diberi nomor. Jadi seseorang yang mempunyai marga Purba, nomor 14, berarti dia adalah generasi ke 14 dari Purba nomor 1, Ompu Purba. Kalau dia ketemu Purba lain nomor 14 juga, berarti seangkatan, tetapi kalau dia ketemu Purba nomor 13, berarti itu seangkatan orang tuanya, berarti harus dipanggil paman kalau laki-laki (bapa tua atau bapa uda), atau bibi kalau perempuan (namboru). Demikian seterusnya. Secara adat, sesama marga laki-laki dan perempuan tidak boleh menikah. Ada juga beberapa marga yang berbeda, tapi masuk ke dalam satu kelompok (toga, parsadaan), atau suatu marga yang mempunyai kesepakatan bersaudara dengan marga lain (marpadan).

Sekarang khusus marga Purba sesuai judul. Catatan ini meliputi hal yang serius dan bahan untuk bercanda. Di sub etnik Batak Toba, disebutkan bahwa nenek moyang marga Purba, merupakan salah satu dari anak-anak orang tuanya, Toga Simamora. Toga Simamora mempunyai tiga orang anak: Simamora, Purba dan Manalu. Itulah sebabnya ketiga marga-marga ini adalah bersaudara. Purba kemudian dikelompokkan lagi menjadi beberapa sub marga, seperti Purba Sigulang Batu. Marga Purba kemudian ada yang merantau ke Simalungun dan mempunyai sub marga tersendiri, seperti Purba Pakpak dan Purba Sigumonrong (penulis). Marga Purba di Tanah Karo menggunakan nama marga Tarigan, dan mempunyai sub marga tersendiri juga seperti Tarigan Tua dan Tarigan Gerneng. Ada juga benar-benar menggunakan Marga Purba di Karo, tetapi ini adalah bagian dari kumpulan marga yang berbeda (Karo-karo).

Belum ada yang tau pasti apa arti kata "purba" pada marga ini. Di dalam bahasa Batak, purba artinya timur. Mungkin kita ingat cerita di Alkitab tentang tiga orang Majus dari purba (timur) yang membawa persembahan untuk bayi Yesus yang baru lahir di Betlehem. Di Pulau Jawa, banyak juga nama yang menggunakan purba, seperti Kabupaten Purba Lingga di Jawa Tengah atau dewi Purbasari di dalam cerita pewayangan.

Ada juga dongeng yang menceritakan asal-muasal nama purba. Konon ada seorang pemburu burung dengan anak panah yang ditiup dari potongan bambu (pangultop) berburu ke hutan. Ketika berjalan, dia terkejut ketika seekor burung puyuh (lote) terbang tiba-tiba. Gabungan suara burung yang terbang dan keterkejutan sang pemburu dengan khas ungkapan Batak terdengar seperti "purrrrr...bah". Sekilas mirip "purba". Apapun itu, kita berharap semoga bermunculan Direktur Purba, Bupati Purba, Gubernur Purba, bahkan Presiden Purba, mengikuti Presiden Habibie. Walaupun kita sudah cukup bangga dengan anak mantan presiden Hutomo Mandala Purba, artis Nafa Purba, politikus Anas Purba Ningrum dan pakar IT Onno W Purba. MP
<